Ini Alasan MU Harus Segera Menjual Paul Pogba

Paul Pogba ketika ini sedang dikaitkan dengan pintu terbit dari Manchester United. Pemain berusia 26 tahun tersebut sudah mengatakan hendak mencari kendala baru dalam kariernya.

“Setelah menjalani musim terbaik dalam karier saya secara individu dan mempertimbangkan segala urusan yang sudah terjadi, barangkali sekarang ialah momen yang tepat guna mendapatkan kendala baru di lokasi lain,” ucap Pogba yang telah tiga musim memperkuat MU dalam pengakuan yang dilansir dari Bandar bola indonesia .

Real Madrid dan Juventus jadi klub yang ngebet meminang Paul Pogba, yang kurang digemari suporter Manchester United.

Sejak musim kemudian Pogba kerap menciptakan drama di Tim Setan Merah. Ia sempat bersitegang dengan Jose Mourinho yang berujung pada pemecatan sang pelatih pada bulan Desember silam.

Pesepak bola asal Prancis tersebut kerap dituduh tidak bermain dengan segenap hati di Manchester United. Fans klub juga mengait-ngaitkan kisah masa lalu saat Sir Alex Ferguson melegonya ke Juventus, sebab melihat pemain muda satu ini akan menciptakan masalah di masa datang.

Apa yang terjadi tiga musim terakhir laksana membenarkan kisah masa kemudian tersebut.

Fans Man United barangkali lelah menyaksikan drama tanpa akhir dalam kisah Pogba. Terlalu tidak sedikit drama yang diciptakannya. Ironisnya, urusan tersebut tidak sejalan dengan konsistensi dan kontribusi yang diserahkan kepada tim.

Barangkali, memang telah seharusnya Paul Pogba hengkang dari Old Trafford guna kali kedua. Demi kebajikan atau bahkan mungkin pun keuntungan. Ada beberapa dalil mengapa kepergiannya dapat jadi keuntungan guna MU. Simak detailnya di bawah ini:

United Bisa Bermain Lebih Kolektif

Pusat perhatian media, publik, sampai permainan United, semenjak Pogba memainkan periode dua-duanya dengan klub, terlampau terpusat kepadanya. Seolah, Pogba sama dengan Manchester United dan pun sebaliknya.

Jadi, bilamana tim kalah, seluruh menyalahkan Pogba. Begitu pun ketika menang, Pogba tidak jarang kali disebut bermain baik. Hal tersebut mendiskreditkan pemain-pemain lainnya yang juga berusaha dengan jersey yang sama.

Andai Pogba hengkang, maka permainan tim dapat lebih merata tanpa adanya satu pribadi yang menemukan perhatian lebih. Sorotan media pun dapat lebih kolektif menunjukkan tim secara lengkap – tak hanya Pogba.

Soal penggantinya, tak butuh khawatir. Masih tidak sedikit pemain berposisi sebagai gelandang yang tersebar di bursa transfer. Cukup cari pemain yang tidak tidak sedikit gaya, berulah, dan konsentrasi mengejar prestasi.

Virus Negatif Hilang dari Tim

Bagian ini memang tidak terdapat bukti yang kongkrit. Kendati demikian, gaya hidup Pogba di luar lapangan pertandingan yang terkesan rileks (acapkali pasca United kalah), glamour, terlalu tidak sedikit gaya, seakan memengaruhi ruang ganti pemain.

Dampaknya dapat dilihat kala sejumlah pemain United ketika ini lebih konsentrasi membesarkan brand atau produk mereka sendiri, ketimbang membenahi jika tim melewati periode negatif, kemudian menyadari bahwa mereka perlu kerja keras.

Pogba memang masih diperkirakan sebagai ‘racun’ di ruang ganti pemain. Tapi, bukti sudah dapat terlihat dari sejumlah ulah yang dibuatnya. Misalnya saat Mourinho dipecat klub, Pogba mem-posting potret dengan wajah tersenyum dan berbicara ” situs judi bola terbaik ” atau “Lihat ini”.

Kendati dia telah memberi keterangan dan meminta maaf, serta mengklarifikasi bahwa tersebut sudah di-setting oleh kesebelasan marketing-nya sendiri, publik telah kadung menyaksikan Pogba sebagai pemain yang tak punya respek – lagipula penempatan waktunya paling pas sesudah Mourinho dipecat klub.

Pemain laksana Pogba tersebut jika tidak dipedulikan terlalu lama di satu klub, terutama di kesebelasan yang tak punya pemimpin dengan sosok yang disegani, dapat menularkan aura negatif salah satu para pemain. Jadi, lebih baik dia dijual.

Keuntungan Finansial dari Penjualan

Paul Pogba dibeli United pada 2016 dari Juventus sebesar 89 juta poundsterling – rekor transfer kala itu. Manchester United dapat menjualnya dengan harga yang tidak jauh dari nominal tersebut.

Jika dipasarkan lebih murah minimal tidak jauh dari 89 juta poundsterling. Jika lebih maka tersebut jadi kabar bagus untuk klub. Nantinya, duit penjualan Pogba dapat dibelikan dua pemain berbobot | berbobot | berkualitas yang matang pengalaman.

Mendepak Pogba dapat jadi mengindikasikan keseriusan manajemen untuk membangunkan klub dan pulang meraih trofi. Pesannya, andai klub memasarkan Pogba, merupakan: tidak terdapat pemain yang lebih banyak dari klub, tak peduli walau pemain tersebut juara Piala Dunia atau bintang tim.

Sudah saatnya Ole Gunnar Solskjaer membalikkan tradisi dan DNA United yang konsentrasi bermain sepak bola, berprestasi, bukan membanggakan pemasukkan besar dari penjualan merchandise dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *